Rabu, 02 November 2016

Pengaruh Sinetron


BAB 1
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang Masalah
    Kebebasan bermedia melahirkan format baru dalam dunia pertelevisian sehingga acara-acara
yang disuguhkan pun semakin beragam. Keragaman tersebut dapat dilihat mulai dari program
berita hingga sinetron-sinetron remaja. Hampir keseluruhan acara tersebut ditujukan untuk
menghibur pemirsa, bahkan untuk suguhan berita sekalipun. Positifnya, pemirsa televisi (dalam
bahasan ini adalah siswi SMA) pun mendapatkan banyak pilihan acara.
   Sayangnya, kebebasan bermedia pada akhirnya berdampak pada kurang terkontrolnya acara-
acara yang ditayangkan. Mulai dari kurang kontrol dalam jam penayangan hingga kontrol mutu
acara tersebut. Salah satu sisi yang kurang terkontrol adalah penayangan sinetron remaja yang
makin marak. Bahkan, dalam setiap harinya setiap stasiun televisi Indonesia dapat menayangkan
minimal tiga hingga empat judul sinetron. Hingga akhirnya produk dengan durasi rata-rata 30
hingga 60 menit per episode tersebut menjadi tontonan wajib bagi para siswi SMA. Terlebih,
banyak siswi SMA yang memposisikan sinetron sebagai sarana hiburan yang menyenangkan.
Tanpa harus kemana-mana mereka telah mendapatkan hiburan untuk melepaskan kejenuhan
yang ada.
   Global TV adalah salah satu stasiun televisi swasta yang membidik remaja sebagai
konsumennya. Sinetron-sinetron yang ditayangkan di Global TV kebanyakan bercerita mengenai
kehidupan siswi SMA dengan rok pendek serta anting-anting besarnya, gaya standar dalam
setiap sinetron remaja Indonesia. Namun sesungguhnya, seragam bermodel rok pendek bukanlah
mode yang diperkenalkan oleh sinetron. Sebelum sinetron-sinetron remaja merebak, sebuah film
yang bertajuk Ada Apa Dengan Cinta (AADC) telah membawa mode tersebut ke dalam dunia
remaja. Baru setelah itu muncullah sinetron-sinetron dengan berbagai macam mode pakaian.
Mode-mode pakaian inilah yang kemudian dibawa ke kehidupan sehari-hari oleh para siswi
SMA. Kondisi psikologis siswi SMA yang belum matang membuat sebagian besar dari mereka
mengopi gaya dalam sinetron mentah-mentah. Sifat sebagian besar remaja yang copy cat telah
membuat mode-mode pakaian tersebut masuk ke dalam kehidupan mereka. Kemudian mode
pakaian kalangan siswi SMA pun berkembang menjadi baju model sinetron A atau anting dalam
sinetron B.
  Sesungguhnya, hal tersebut sangat wajar terjadi mengingat kondisi psikologis remaja yang masihterus mencari gaya apa yang cocok dengan karakter mereka. Hingga kemudian sinetron pun seperti beralih fungsi dari tayangan hiburan menjadi majalah mode untuk referensi gaya.  Sayangnya, terkadang dalam mengikuti mode pakaian sinetron, siswi SMA sering menggunakan penggeneralisasian yang salah. Hingga kemudian, muncul semacam culture lag dalam gaya berpakaian mereka.
  Judul penelitian ini diambil berdasar fakta bahwa siswi kebanyakan juga ikut terkena imbas gaya berpakaian yang ditampilkan sinetron remaja di Global TV sehingga diharapkan dari penelitian ini dapat dibuktikan bahwa sinetron remaja di Global TV memberi pengaruh terhadap gaya berpakaian siswi.

2. Rumusan Masalah
    Berdasar latar belakang yang diuraikan di atas, rumusan masalah yang akan dikaji adalah:
a.       Apakah sinetron remaja di Global TV mempengaruhi gaya berpakaian siswi jaman saat ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar